Stunting turun di bawah 20%, tetapi perjalanan menuju target 2029 masih panjang
Prevalensi stunting Jawa Barat turun 5,8 poin persentase pada 2024 dan berada di bawah angka nasional. Namun, besarnya populasi membuat beban absolutnya tetap tinggi. Kemajuan prevalensi dan skala masalah harus dibaca bersama.
Kementerian Kesehatan/BKPK, SSGI 2024; RPJMN 2025–2029.
| Tahun | Prevalensi |
|---|---|
| 2019 | 27,7 % |
| 2023 | 21,5 % |
| 2024 | 19,8 % |
| 2029 (target) | 14,2 % |
Perkembangan Terkini
Ikuti kebijakan, data, forum, dan kegiatan terbaru yang membentuk agenda gizi Indonesia.

Cegah Stunting sejak Dini, Warga Binalang Antusias Ikuti Gerakan Kesehatan
Kepulauan Talaud (RRI) — Gerakan pencegahan stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud melalui Dinas Kesehatan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Binalang, wilayah kerja Puskesmas Dapalan, Senin 14 September 2026.
Baca selengkapnya
Keberhasilan Penanganan Tekan Stunting Berawal dari Rumah
Pemkab Lobar memperkuat gerakan penanganan stunting berbasis keluarga. Wabup Lobar Nurul Adha menegaskan pencegahan stunting wajib dimulai dari lingkungan rumah tangga. Hal itu disampaikannya saat membuka Gerakan Cegah Stunting di Puskesmas Gerung, Sabtu (12/9).
Cegah Stunting lewat 4 Intervensi 1000 HPK, Wamenkes Tekankan Pentingnya Peran "Ayah Siaga"
Bogor
Data yang Perlu Dipahami
Angka utama disertai konteks agar kemajuan, kesenjangan, dan prioritas dapat dibaca secara utuh.
Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Kabupaten Gunungkidul
Gunungkidul memiliki tiga permasalahan gizi sekaligus yaitu balita kurus, stunting dan overwight (kelebihan berat badan). Stunting menjadi salah satu dari lima prioritas Nasional masalah kesehatan..Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimana upaya tersebut memerlukan konvergensi program/intervensi dan sinergitas pemerintah serta dunia usaha/masyarakat.
Lihat sumber dataPublikasi Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Kabupaten Lima Puluh Kota
Gambaran Umum Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Lima Puluh Kota terletak antara 0°25'28,71"LU dan 0°22'14,52" LS serta antara 100°15'14,52" - 100°50'47,80" BT. Kabupaten ini diapit oleh empat kabupaten yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, dan Kabupaten Pasaman serta satu propinsi yaitu Propinsi Riau. Batas wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai berikut:
Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Kabupaten Gunungkidul
Gunungkidul memiliki tiga permasalahan gizi sekaligus yaitu balita kurus, stunting dan overwight (kelebihan berat badan). Stunting menjadi salah satu dari lima prioritas Nasional masalah kesehatan..Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimana upaya tersebut memerlukan konvergensi program/intervensi dan sinergitas pemerintah serta dunia usaha/masyarakat.
Belajar dari Pelaksanaan
Pendekatan yang dapat dipelajari, termasuk hasil, batasan bukti, dan kondisi yang memengaruhi penerapannya.
Membangun Kesadaran Gizi: Peran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik dalam Mencegah Stunting
Nusa Tenggara Timur · Dinkes NTT
—
—
—
Webinar Praktik Baik : Pembelajaran Nasional Pemenuhan Gizi 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) dalam Percepatan Penurunan Stunting
Nusa Tenggara Timur · Dinkes NTT
—
—
—
Jadikan pengalaman jejaring bagian dari pengetahuan gizi Indonesia.
Laporkan kegiatan, capaian, tantangan, dan pembelajaran agar kontribusi jejaring terdokumentasi, dapat ditemukan, dan dapat dipelajari oleh pihak lain. Laporan melalui kurasi sebelum dipublikasikan.
Siapkan: periode kegiatan, lokasi, mitra, sasaran, indikator capaian, sumber bukti, kendala, dan pembelajaran.


